5 Faktor Ini Yang Membuat Penurunan Performa Cristiano Ronaldo

0
28

Madrid – Peraih Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo baru mencetak satu gol dari 11 laga La Liga yang telah berlangsung untuk Real Madrid. Bagi pemain sekaliber Ronaldo, puasa gol itu tak lazim atau tak wajar.

Lima faktor yang mungkin menjadi penyebab turunnya performa Ronaldo musim ini di La Liga. Berikut penjabarannya:

5. Dijauhi Dewi Fortuna

Musim masih panjang, men-judge Ronaldo mandul saat ini masih terlalu prematur, karena ia bisa saja tiba mencetak hattrick di satu laga berikutnya dan terus mencetak gol. Jadi, sejauh ini teori yang paling logis dari seretnya gol Ronaldo adalah kesialan dirinya atau dijauhi dewi fortuna.

Bagaimana tidak, statistik membuktikan bahwa Ronaldo telah melepaskan 48 tendangan dalam percobaan mencetak gol, namun baru satu gol yang diciptakannya. Berbanding terbalik dengan Ronaldo, Lionel Messi, justru telah mencetak 12 gol dari total 69 tendangan. Andai penyelesaian akhir Ronaldo membaik dan keberuntungan menyertainya, maka gol-gol akan kembali lahir darinya.

4. Larangan Bermain Lima Laga

Ini terjadi untuk kali pertamanya bagi Ronaldo. Usai mendorong wasit Ricardo de Burgos Bengoetxea pada ajang Spanish Super Cup kontra Barcelona, Ronaldo menerima sanksi larangan bermain lima laga di pekan-pekan pembuka La Liga.

Larangan lima laga itu boleh jadi menumpulkan insting pembunuh Ronaldo, apalagi dalam hitungan lima pekan ia praktis hanya berlatih tanpa bermain di laga kompetitif. Alhasil, Ronaldo barangkali telat panas dan memengaruhi ketajamannya dalam mencetak gol.

3. Faktor Usia

Tiap pemain memiliki titik balik karier pada usia yang berbeda-beda. Ronaldo mungkin tengah merasakannya saat ini di usia 32 tahun. Ambisinya boleh jadi masih terjaga, tapi, dalam pertandingan permainannya sudah terbaca lawan, plus banyak pemain muda yang bisa menyaingi kecepatannya yang mungkin menurun.

Seperti istilah lama, ‘Kecepatan menurun, tapi kelas (bermain) akan terjaga selamanya’. Gaya dan kualitas bermain Ronaldo mungkin takkan berubah, tapi, kecepatannya boleh jadi menurun.

2. Butuh Perubahan Taktik

Mungkin Zinedine Zidane lebih paham mengenai urusan taktik. Ia paling tidak harus mencoba variasi taktik yang berbeda agar ada perubahan yang segar di kubu Madrid. Tidak selalu mengandalkan 4-3-1-2 dengan duet Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo di lini depan.

Zidane boleh mencoba memainkan Ronaldo kembali ke posisi terbaiknya, penyerang sayap dalam taktik 4-3-3. Bisa jadi ia kembali mencetak gol dalam taktik tersebut dan kepercayaan dirinya meningkat dalam merobek jala gawang lawan. Zidane harus mengingat satu hal: permainan Ronaldo berbeda ketimbang Messi.

Maksudnya begini, Messi memiliki gaya bermain yang sulit dihentikan lawan ketika bola berada di kakinya, sementara Ronaldo, menurut Giorgio Chiellini, lebih mudah dihentikan ketimbang Messi. Mudah menghentikan Ronaldo, karena lawan hanya harus menempel ketat dirinya atau menjaganya dengan dua pemain. Sementara Messi, akan lebih baik bagi lawan menghentikan jalur bola yang datang kepadanya.

1. Gangguan non-Teknis?

Praduga non-teknis di balik penurunan performa Ronaldo mungkin terjadi karena fokusnya yang terbagi di antara keluarga dan sepak bola. Kekasih Ronaldo, Georginia Rodriguez, tengah mengandung anak keempat Ronaldo

Ronaldo kini telah memiliki Cristiano Junior, Mateo, dan Eva, dari surrogate mother (ibu titipan), sementara satu anaknya lagi merupakan buah hubungannya dengan Georginia. Memiliki empat anak yang harus diurus bisa jadi menganggu fokus Ronaldo ketika beraksi di atas lapangan.

Comments

comments

NO COMMENTS